Karakter Dasar Manusia

Langkah Efektif Menjalin Hubungan Sesuai Karakter Dasar Manusia

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk hidup lainnya. Hal tersebut dibuktikan dengan diberikannya akal sehat dan keunikan pada setiap manusia oleh Allah SWT.

Berbicara keunikan manusia, mulai dari ujung kaki sampai kepala memiliki keunikan dan daya tarik. Begitu pula dengan kepribadian manusia yang memiliki perbedaan. Hal ini bukan tanpa alasan, Allah SWT menciptakan perbedaan tersebut untuk kebaikan dan keseimbangan dunia. Ada orang yang di gariskan menjadi seorang pemimpin, motivator, konsultan dan sebagainya. Pada hakekatnya mayoritas profesi tersebut dibentuk karena karakter yang kuat dalam setiap orang.

Berdasarkan teori psikologi, kepribadian manusia sangat beragam, namun pembahasan dibawah ini merupakan karakter dasar manusia yang sering kita jumpai di masyarakat. Penting untuk diketahui bersama bahwa setiap kita ingin menjalin hubungan dengan seseorang, perlu mengetahui terlebih dahulu karakternya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya konflik dan kita dapat memaksimalkan adanya hubungan tersebut sehingga menjadi sebuah kolaborasi yang solid.

Ada beberapa langkah yang cukup membantu kita dalam berkomunikasi dengan orang yang berbeda karakter.

Berikut ini merupakan empat jenis karakter dasar manusia dan langkah efektif menjalin hubungan dengan mereka,

1. Dominant ( D )

Karakter dominan ini merupakan orang yang memiliki karisma, idealis dan ambisi yang sangat kental. Mereka sangat mahir dalam memecahkan masalah dengan pengambilan keputusan yang cepat dan menyukai tantangan. Mayoritas dari mereka adalah seorang pemimpin di perusahaan atau pemerintahan. Dikenal sebagai pribadi yang memiliki prinsip kuat dan fokus serta cepat terhadap apa yang di kerjakannya. Karakter ini sangat menghargai waktu, manajemen waktu dengan sangat baik dan terbuka dengan setiap perubahan yang terjadi.

Langkah Berkomunikasi :

– Langsung pada pokok pembicaraan, jangan terlalu banyak basa – basi

– Fokus diskusi yang berorientasi pada kesuksesan ( proses dan hasil )

– Selalu berikan informasi dan data valid ketika komunikasi

– Komunikasikan dengan jelas dan apa adanya

– Utamakan kesopanan dan keramahan

Hal yang Memotivasi Karakter Dominant :

– Kebebasan Mengatur dan mengontrol pekerjaan

– Diberikan tantangan untuk mengerjakan tugas yang sulit

– Diberi kebebasan dalam aktualisasi diri

– Kebebasan dalam menyelesaikan permasalahnnya

– Senang dengan pekerjaan dinamis dan diberikan tanggung jawab penuh dalam pencapaian hasil

2. Influence ( I )

Karakter influence merupakan pribadi yang senang dalam memberikan dorongan positif dan memberikan pengaruh kepada orang lain. Sikapnya yang terbuka, antusiasme dan komunikatif menjadikannya sebagai orang yang digemari oleh orang lain. Mereka juga seorang yang aktif dan spontan dalam menyampaikan gagasan. Mereka suka berpikir kreatif dan memiliki daya imajinasi tinggi sehingga membantu orang lain ataupun institusi di lingkungan sekitar bertumbuh dengan inovasinya. Kemampuan persuasif dan easy going semakin menguatkannya menjadi seorang yang menginspirasi. Mayoritas karakter Influence tersebut adalah motivator, trainer dan pengajar.

Langkah Berkomunikasi :

– Berikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan idenya

– Tunjukan rasa ketertarikan dan respek terhadap gagasan dan dirinya

– Lebih baik menggunakan pendekatan emosional

– Sebisa mungkin hindari perbincangan tentang hal detail dengannya

– Diskusi bersifat brainstorming akan menumbuhkan antusiasmenya

Hal yang Memotivasi Karakter Influence :

– Kesempatan untuk membangun hubungan dengan banyak orang

– Terlibat di dalam bisnis dalam bidang kreatifitas dan memiliki jaringan yang luas

– Dihargai dan mendapatkan respon positif

– Menikmati lingkungan kerja dengan berbagai kegiatan

– Bekerja sama dan bekerja dalam tim

3. Steadiness ( S )

Karakter stadiness merupakan pribadi yang stabil dalam berbagai hal dan dimana dia berada. Adaptif dengan lingkungan baru, pendengar yang baik, memiliki empati dan sensitif kepada orang lain. Karakter ini menghargai anggota tim dan dapat diandalkan dalam tugas karena dia terbiasa dengan hal yang prosedural dan teratur. Dia juga memiliki kegigihan dalam hal pendekatan dengan orang lain demi menjalin hubungan.

Langkah Berkomunikasi :

– Berkomunikasi dengan bahasa komprehensif dan pelan bertahap

– Berikan waktu untuk berpikir

– Hindari pendekatan yang agresif dan menuntut

– Diskusi yang jelas, berikan dukungan dan kepastian

– Tulus dan antusias dalam berkomunikasi

Hal yang Memotivasi Karakter Steadiness :

– Lingkungan yang kooperatif dan teratur dalam menjalankan peran serta tanggung jawab

– Perlu adaptasi terhadap perubahan dan memperlukan dukungan

– Lingkungan kerja stabil dan teratur

– Mengharapkan lingkungan yang harmonis, ramah dan tidak formal

4. Compliance ( C )

Karakter compliance merupakan pribadi yang teratur dan patuh terhadap peraturan. Karakter yang memiliki daya analisis yang kuat, jelas dan akurat. Dalam kehidupan di masyarakat, karakter ini dikenal sebagai pribadi yang adil dalam memperlakukan seseorang. Mengerjakan segala sesuatu dengan detail dan berpikir secara logis.

Langkah Berkomunikasi :

– Komunikasi dengan tertata dan terstruktur

– Berikan waktu untuk berpikir dan menganalisa

– Komunikasikan tujuan dengan etika yang baik

– Hindari basa – basi dan jangan terkesan menekan

– Tunjukan informasi dan data valid dalam diskusi

Hal yang Memotivasi Karakter Compliance :

– Pekerjaan yang sistematis dan memperlukan analisis

– Proyek yang fokus kepada kualitas dan memiliki pengukuran akuntabel

– Lingkungan kerja yang dinamis dan berorientasi pada hasil

– Sistem yang terstruktur dan mendukung hasil kerja

– Kesempatan bekerja secara mandiri tanpa berinteraksi dengan orang lain dan masyarakat

Kesimpulan

Setiap karakter memiliki kelebihan dan kekurangan yang merupakan dari keunikan manusia. Tuhan tentu memiliki rencana dengan adanya perbedaan tersebut. Kita selayaknya perlu mengetahui karakter orang lain sebelum menjalin hubungan dengannya. Hal ini mendorong konsolidasi dalam lingkungan organisasi dan masyarakat. Terlebih, hubungan kita dengan target atau relasi menjadi sangat dekat karena kita paham tentang karakternya sehingga potensi terjadinya konflik atau salah paham antar kedua belah pihak dapat di minimalisir sedini mungkin.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait artikel ini dapat berkomentar di kolom yang sudah disediakan.

Mari diskusikan bersama.




Ardian Dinar Pratama

Blogger, Marketers & Branding Practitioner
Sederhana dalam Kesederhanaan & Fight For Achieve, Achieve For Giving.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *