Date: 8 July, 2020

Kenali 3 Tipe Mindset Seorang Leader, Kamu yang mana nih?

Mindset Seorang Leader




Berbicara mindset, perlu pemahaman secara fundamental dan kesadaran diri bahwa kita adalah makhluk yang sempurna. Pada dasarnya, setiap orang merupakan seorang leader bagi dirinya sendiri. Kita diberi hak istimewa oleh Tuhan untuk memimpin dan mengelola diri sebagaimana kita inginkan.

Kemampuan berpikir kita yang sangat luar biasa ini, tentu dapat menghasilkan berjuta inovasi dari kreativitas yang telah dianugerahkan. Kita juga dapat menggerakan sekelompok orang dengan kemampuan leadership dan menyentuh hatinya untuk membangun peradaban dan kebaikan.

Namun, apakah kita sadar akan hal ini? 😮

Atau selama ini kita hanya menganggap diri sebagai seorang follower saja? yang terjebak dalam tatanan negara atau dalam tataran administrasi lokal?

Kuy, kita perlu merubah mindset terlebih dulu. Lalu Bagaimana?

Sebentar, sebelum kita merubah pola pikir alangkah lebih baik untuk mengetahui dulu tipe mindset seorang leader.

Apa saja?

3 Tipe Pola Pikir Seorang Leader:

1. Fixed: Perfeksionis dan menghindari kegagalan

Sering ketemu dengan leader semacam ini di organisasi?

Mereka memiliki kecenderungan untuk tampil perfeksionis dimanapun dan kapanpun. Perfeksionis dalam hal ini yaitu mengerjakan sesuatu secara sempurna.

Iktikat tersebut memang baik, tapi seorang leader juga perlu untuk berkaca pada kemampuan diri, tim dan organisasi yang dinaunginya. Bukan asal berniatan dan ingin tampil sempurna tapi mengkorbankan semua hal atas ambisinya tersebut.

Disamping itu, tipikal leader pada tataran ini hanya berfokus pada memproduksi secara massal terhadap apa yang mereka ketahui saja. Sehingga minim terciptanya inovasi untuk pengembangan organisasi/produk.

Dalam kata lain, leader semacam ini memilih untuk berada pada zona nyaman saja. Menghindari kegagalan dan adanya daya dobrak yang justru bermanfaat bagi organisasi. Hal ini akan berakibat fatal, mengingat perkembangan bisnis semakin dinamis. Kompetitor akan bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalannya.

Baca Juga: Penting ga sih ikut organisasi kemahasiswaan?



2. Growth: Bertumbuh dan Fokus pada Pengembangan Organisasi

Pola pikir bertumbuh seperti ini wajib dikuasai, sebelum akhirnya jadi seorang WOW Leader. Pada taraf ini, banyak leader yang belum mampu untuk menempatkan dirinya. Khususnya sebagai pelayan dari sebuah organisasi.

Oiyaa, jangan dipikir kalo leader itu hanya sebatas orang yang diberi hak untuk memerintah seseorang dan sekelompok orang saja ya 😀

Bahkan, kita juga perlu untuk mengetahui jika seorang leader merupakan tanggung jawab yang luar biasa besar. Dan tak kalah penting, mindset leader harus lebih 3x lebih maju dan siap berkorban lebih dari lainnya.

Berkaca pada fakta tersebut, maka pada tataran ini pemimpin perlu untuk senantiasa belajar dimanapun dan kapanpun. Fokusnya yaitu percepatan kinerja organisasi dan meningkatkan cara mereka melakukan apa yang mereka lakukan.

Pemimpin dengan pola pikir bertumbuh akan mempercayai pada kekuatan mereka. Mencapai beragam pencapaian tertinggi dari hasil kinerja terukur mereka dan yang terpenting percaya pada kemampuan tim.

3. Benefit: Kebermanfaatan dan Kebaikan untuk seluruh elemen organisasi serta kehidupan

Pada titik inilah, seseorang dapat dikatakan WOW Leader.

Bagaimana bisa ya?

Cukup berat perjalanan yang harus dilalui untuk dapat mencapai predikat ini. Tidak hanya mindset saja, namun juga kecakapan lain turut menjadi aspek penunjang loh.

Setiap harinya, leader tipe ini perlu untuk memaknai setiap hal. Mulai dari perkataan, perbuatan dan hati haruslah selaras dalam satu irama kebaikan. Fokus pada tujuan akhir yaitu mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan sekarang.

WOW Leader sangat percaya pada pengembangan kekuatan tim dan organisasi dalam rangka bertumbuh signifikan. Melalui kontribusi yang bermakna dan berdampak positif inilah mereka menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Tergambar bahwa WOW Leader memiliki potensi luar biasa dalam memimpin organisasi. Percepatan organisasi melalui efektivitas dan efisiensi menjadi daya dorong melakukan perubahan. Tentu iklim dan budaya di organisasi juga telah terbentuk secara alamiah.

Tentu, memiliki seorang pemimpin dengan mindset benefit ini menjadikan kita juga seseorang yang berguna bagi siapapun, dimanapun dan kapanpun.

Siapa sih sosok-sosok WOW Leader yang dimaksud di kancah Internasional dan Nasional saat ini?

WOW Leader Internasional: Steve Job (Apple), Mahatma Gandhi (India), Jeff Bezos (Amazon), Jack Ma (Alibaba), Warren Buffett (Investor), dan beberapa tokoh lainnya.

WOW Leader Nasional: Ir. Soekarno (Presiden RI Pertama), Ir. Joko Widodo (Presiden RI Ketujuh), Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI), Suprajarto (Mantan Dirut BRI), Erick Tohir (Menteri BUMN RI), dan beberapa tokoh lainnya.

It’s a challenge for us! 🙂



Bagaimana kita merubah pola pikir untuk jadi Leader yang bermakna?

Hal utama yang perlu dipahami yaitu self awareness. Bagaimana kita memahami diri secara utuh, terutama posisi kita saat ini? sudah ditaraf apakah potensi leadership kita?

Apakah memiliki pola pikir fixed, growth atau benefit?

Setelah kita mengetahuinya, fokus untuk memperkuat pondasi terlebih dahulu yaitu pemahaman terhadap makna seorang leader. Kemudian penting untuk meningkatkan pengetahuan tim dan organisasi melalui informasi serta data di lapangan.

Seorang pemimpin lebih baik tidak segan untuk meminta pendapat kepada timnya. Bahkan insight dari entry level sekalipun 🙂 We’re a Super Team, jadi selayaknya kurang-kurangin batasan antar level yang sudah membudaya di republik ini.

Kemudian, setelah pondasi tercetus barulah berbicara pada hal strategis dan pembahasan lain dalam rangka peningkatan pertumbuhan dan keberlanjutan.

Semua butuh proses dan waktu yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Kita sebagai leader akan ditempa secara mindset, perilaku dan hati dalam proses tersebut.

So, What’s Next?

Silahkan menentukan jalanmu sendiri kawan, apakah ingin berniat jadi seorang leader ataupun follower? tentu kedua sisi tersebut memiliki pro dan kontra masing-masing.

Kesimpulan

Pemimpin yang berkarakter perlu niatan yang kuat dari hati. Hati yang tulus untuk membersamai organisasi ataupun kehidupan agar lebih baik. Prinsip membantu dan memberdayakan sesama, lingkungan, organisasi dan bangsa Indonesia menjadi kunci utama.

Demikian pembahasan tentang 3 tipe pola pikir seorang pemimpin. Semoga kita dapat mencapai tataran WOW Leader seperti pemaparan diatas ya 🙂

Jika kamu memiliki pertanyaan dan masukan terhadap artikel ini, dapat membubuhkannya di kolom komentar dibawah ya. Mari berdiskusi secara positif bersama

Cheers 🙂

Share

Brand Practitioner, Founder of MudaPedia, Brand Strategist & Designer at Kulino Brand Lab, and Chairman at PERHUMAS Muda Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.